RUMAH TEMPAT BERDZIKIR

Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam dalam hadits di atas melarang menjadikan rumah sebagai kuburan, yakni berdzikirlah di rumahmu supaya rumahmu tidak menjadi kuburan, di samping kuburan adalah tempat orang mati dan rumah yang tidak ada dzikir kepada Allah di dalamnya adalah mati, hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam,

مَثَلُ البَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لاَيُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالمَيِّتِ .

“Perumpamaan rumah yang di dalamnya ada dzikrullah, dan rumah yang tidak ada dzikrullah di dalamnya adalah (laksana) perumpamaan antara yang hidup dengan yang mati.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari sini seorang muslim harus menjadikan rumahnya sebagai tempat berbagai bentuk dzikir yang disyariatkan baik dzikir hati maupun lisan, dzikir umum maupun dzikir khusus misalnya shalawat, dzikir pagi dan petang, membaca hadits-hadits Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, membaca buku-buku agama yang bermanfaat dan sebagainya.

Termasuk menjadikan rumah sebagai tempat berdzikir adalah menjaga doa-doa dan sunnah yang disyariatkan khusus terkait dengan rumah. Sebagai contoh adalah dzikir pada saat masuk rumah dan ketika makan. Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya kemudian menyebut nama Allah Ta’ala ketika dia masuk dan ketika dia makan, setan berkata, ‘Kamu tidak punya (jatah) tempat tidur dan tidak pula (jatah) makan di sini.’ Dan jika ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika ia masuk, maka setan berkata, ‘Kamu mendapatkan (jatah) tempat tidur.’ Dan jika tidak(menyebut) nama Allah ketika makan, setan berkata, ‘Kamu mendapat (jatah) tempat tidur dan makan’.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Termasuk doa-doa yang terkait dengan aktifitas harian di rumah seperti doa hendak buang hajat, doa hendak tidur dan bangun darinya dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?