Tak Cukup Terima Kasih.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

“Siapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah ia sesuai dengan kebaikannya. Jika kalian tidak menemukan sesuatu yang bisa kalian lakukan untuk membalas kebaikannya, maka doakanlah ia hingga engkau merasa telah membalas kebaikannya.” (HR. Abu Dawud. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Termasuk dari kemuliaan ajaran agama Islam ialah membalas kebaikan orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita.

Yang paling rendah dalam hal ini ialah membalas kebaikan dengan kebaikan yang serupa. Inilah yang disebut dengan adil.

Jika Anda diberi makanan, maka balaslah pula dengan memberi makanan serupa. Jika Anda diberi hadiah, maka balaslah dengan hadiah yang serupa.

Dan tingkatan yang lebih tinggi dari itu adalah al-Ihsan, yakni Anda membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan yang lebih baik daripada yang ia berikan.

Jika Anda diberikan hadiah, maka lebihkan pemberian Anda dari jenis hadiah yang mereka berikan.

Jika Anda tidak memiliki apapun untuk membalas kebaikan mereka yang telah berbuat baik kepada Anda, maka perbanyaklah doa kebaikan untuk mereka. Terus ulangi doa tersebut, hingga Anda merasa bahwa Anda telah membalas kebaikan mereka.

Termasuk doa yang disyariatkan dalam perkara ini ialah sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu riwayat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

 مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ.

“Barangsiapa diberi sebuah kebaikan oleh seseorang, kemudian berdoa untuk orang tersebut, “JAZAKALLAHU KHAIRAN” (Semoga ALLAH membalasmu dengan bermacam-macam kebaikan) maka benar-benar ia telah menyanjungnya.” (HR. at-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Maka tak cukup sekedar ucapan terima kasih yang kita ucapkan untuk orang yang berbuat baik kepada kita, jika kita ingin dikatakan sebagai muslim sejati.

Namun, sekurang-kurangnya balaslah kebaikan mereka dengan memperbanyak doa kebaikan, jika kita memang tidak mampu membalas kebaikan yang serupa.

Doakan kebaikan sebanyak-banyaknya, sampai kita merasa bahwa kita telah membalas kebaikan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?