Tidak Disyaratkan Berturut-Turut Dalam Melaksanakan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Pertanyaan :

Apakah puasa enam hari di bulan Syawal harus dilaksanakan secara berturut-turut ataukah tidak mengapa melaksanakannya secara terpisah dalam bulan tersebut?

Jawaban :

Puasa enam hari di bulan Syawal adalah sunnah yang tetap dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Puasa tersebut boleh dilaksanakan secara berturut-turut atau terpisah, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan puasa tersebut secara mutlak, dan tidak mengikat dengan pelaksanaan secara berturut-turut atau terpisah, di mana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صاَمَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالَ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun.” Hadits tersebut dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahih beliau.

(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Li Samahatisy Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah 15/391)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?