Siapakah Ahli Ibadah Yang Sesungguhnya?!

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ

“Jagalah diri dari terjerumus ke dalam hal-hal yg haram, niscaya engkau termasuk sejatinya ahli ibadah.” (HR Tirmidzi, dengan derajat hasan menurut Al Albani)

Janganlah kita tertipu dg banyak shalat, banyak sedekah, banyak dzikir, rajin baca qur’an, berulangkali umrah/haji, dsb, jikalau kemudian kita masih suka mengerjakan perkara yg haram.

Kita bukan ahli ibadah, belum jadi ahli ibadah.

Jika ibadah2 kita itu, tidak membentuk jiwa yg takut kpd Allah ‘Azza Wajalla.

Ibnu ‘Abbas radiyallahu ‘anhu berkata, “siapa yg shalatnya (ibadahnya) tidak membuatnya meninggalkan perbuatan keji (zina dan turunannya ) dan perbuatan munkar (yg haram dsb), maka dia tidak dikatakan sbgai ahli shalat (ahli ibadah).”

Dalam atsar yg lain, “maka shalatnya (ibadahnya) itu tidak menambahkan apa-apa selain akan membuatnya semakin jauh dari Allah.”

Ibnu Katsir rahimahullah mengutip kalimat Ibnu ‘Abbas diatas ketika menafsirkan ayat,

وأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ

“Dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al-Ankabut : 45)

Hal ini menjadi renungan sekaligus intropeksi diri.

Apakah kita sudah termasuk ahli ibadah? Ahli shalat? Ahli zakat/sedekah? Ahli dzikir? Ahli-ahli dst…?!

Maka lihatlah sebesar apa usaha kita di dalam meninggalkan hal-hal / perkara yg haram, dan sebesar apa rasa takut kita terjatuh kpd apa yg diharamkan oleh Allah Rabbul ‘alamin!

Ya Rabb, ampunkan kami yang masih banyak khilaf dan lalai.

Selalu lah bimbing kami untuk bisa melakukan sebaik-baiknya ibadah; melahirkan nikmat dekat denganMu, rasa takut kepadaMu, penuh harap akan rahmatMu.

Ya Rabb, sebagaimana Engkau mudahkan kami untuk beribadah, maka kuatkanlah kami untuk meninggalkan perkara yang haram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?