Adil Walaupun Pada Yang Berlaku Zhalim

Allah Azza wa Jalla berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman!.Jadilah kalian sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil.Dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum, mendorong kalian untuk berlaku tidak adil.Berlaku adillah.Karena adil itu lebih dekat kepada takwa.Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah : 8)

Allah Azza wa Jalla memerintahkan kita untuk berlaku adil, bahkan terhadap orang yang kita benci atau kita musuhi sekali pun. Dan jangan sampai kebencian kita terhadap manusia, mendorong kita untuk berlaku tidak adil, pilih kasih, karena perbuatan tersebut adalah perbuatan tercela dan perbuatan kerdil, sedang berlaku adil terhadap orang yang kita benci adalah perbuata ksatria, yang lebih dekat kepada takwa.

Contoh seorang guru, jangan sampai kebencian dan permusuhannya dengan wali murid menjadikan ia tidak berlaku adil kepada si murid; memberinya nilai jelek. Seorang hakim, jangan sampai kebenciannya terhadap terdakwa membuatnya berlaku tidak adil; memvonis lebih berat dari yang seharusnya.

Dan siapa pun kita, maka jangan sampai gara-gara ada permasalahan dengan seseorang kemudian kita tidak dapat berlaku adil dengan orang tersebut.Jadilah orang yang profesional, menempatkan sesuatu secara adil dan bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?