Wajah Bukan Timbangan

Benar, bukan timbangan baik dan buruknya seseorang, akan tetapi timbangan sebenarnya adalah apa yang ada di dalam dada dan apa yang dilakukan oleh anggota badan. Berapa banyak orang dengan wajah yang tampan atau cantik, namun buruk hati dan tingkah lakunya, sebaliknya adalah sebaliknya. Berapa banyak orang yang jasmaninya menarik namun rohaninya busuk, sebaliknya adalah sebaliknya. Perhatikan keadaan orang-orang munafik di mana Allah berfirman tentang mereka,

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ [المنافقون : 4]

“Jika kamu melihat mereka maka jasad-jasad mereka itu menakjubknmu.” (Al-Munafiqun: 4).

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan jasmanimu, akan tetapi Dia melihat kepada hatimu.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Orang boleh saja mengagumi seseorang karena ketampanan dan penampilannya, namun sejatinya yang bersangkutan adalah orang yang paling rendah di sisi Allah, sebaliknya adalah sebaliknya.

Perhatikan kisah yang disampaikan oleh Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam berikut, “Ketika seorang bayi sedang menyusu kepada ibunya, seorang dengan penampilan megah dan berkendaraan mahal lewat, maka ibu berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah anakkku sepertinya.’ Lalu anak tersebut meninggalkan susunya, dia melihat orang itu lalu dia berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya.’ Lalu anak itu kembali menyusu.”

Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam melanjutkan, “Orang-orang menggelandang seorang hamba sahaya wanita sambil memukulinya, mereka berkata kepadanya, ‘Kamu telah berzina dan mencuri.’ Dia menjawab, ‘Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia adalah sebaik-baik penolong.’ Ibu berkata, ‘Ya Allah, jangan jadikan anakku sepertinya.’ Anak itu meninggalkan susunya dan melihat kepadanya, dia berkata, ‘Ya Allah jadikanlah aku sepertinya.’

Ada apa? Ternyata laki-laki yang berpenampilan mewah dan berkendaraan mahal itu adalah laki-laki yang sombong, maka wajar jika anak yang sedang menyusu itu berkata, “Ya Allah, jangan jadikan aku sepertinya.” Sementara ibu yang hanya melihat penampilan lahir terkecoh sehingga dia berharap anakknya sepertinya.

Sebaliknya wanita yang dituduh berzina dan mencuri, dia adalah wanita baik-baik, tidak seperti yang mereka tuduhkan, maka anak yang sedang menyusu itu berharap menjadi sepertinya, sedangkan ibunya berharap sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?