The wish to aid and serve.

Yakni dorongan untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada orang lain, ingin mendapat penghargaan dan berjasa untuk orang lain.

Jika para orang tua tidak mampu memberikan arahan yang baik dan benar pada anak-anak remaja, maka bisa diprediksi bahwa hal tersebut akan berdampak negatif pada tumbuh kembang remaja itu sendiri.

Karena secara psikologis remaja masih sangat labil, rasa ingin tahunya besar, dan peluang untuk melakukan keonaran dan kemaksiatan juga besar.

Terlebih hal tersebut didorong dengan tabiat dasar jiwa yang senang sekali bermaksiat.

ALLAH Azza wa Jalla telah berfirman,

(وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ)

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Yusuf : 53)

Maka harapan kita bahwa para penyelenggara pendidikan lebih mengutamakan pendidikan agama, moral dan akhlak bagi para remaja kita, jangan hanya mengejar intelektualitas namun tanpa dibarengi dengan spiritual yang tinggi.

Sedang ilmu pengetahuan yang tidak dibarengi dengan agama adalah cacat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mulai Konsultasi
Assalamualaikum, Ada yang bisa kami bantu?